Senin-Sabtu 07.00-18.00

Pustaka Ginjal

Peran Terapi Eritropoietin (EPO) Pada Pasien Ginjal

Tidak hanya memiliki fungsi utama untuk  memproduksi urin, ginjal juga memiliki berbagai fungsi penting lainnya, salah satunya adalah memproduksi suatu zat bernama eritropoietin. Eritropoetin merupakan hormon yang berperan dalam menstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah (eritrosit). Eritrosit adalah sel darah yang berperan mengikat dan mendistribusikan oksigen (diikat oleh hemoglobin/ Hb) dan berbagai nutrisi ke dalam sel tubuh. Pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK), kemampuan untuk memproduksi eritropoietin akan sangat menurun sehingga stimulasi produksi eritrosit pada sumsum tulang akan terganggu. Kondisi ini dikenal sebagai anemia pada pasien PGK, yang berpengaruh dalam menurunkan kualitas hidup pasien dan meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Untuk menggantikan peran eritropoietin ginjal, saat ini telah ada terapi untuk memberikan eritropoietin dari luar tubuh manusia dengan cara disuntikkan. Terapi ini dikenal dengan terapi EPO. Terapi EPO dikembangkan melalui teknologi rekayasa genetik/ rekombinan DNA. Melalui terapi ini peran eritropoetin ginjal akan digantikan, sehingga stimulasi terhadap sumsum tulang untuk memproduksi eritrosit dapat terjadi lagi sehingga kondisi anemia dapat dikoreksi/ diatasi.


Artikel ini telah dipublikasikan sebelumnya di sahabatginjal.com