Senin-Sabtu 07.00-18.00

Pustaka Ginjal

Tips merawat Akses Vaskuler Hemodialisis (Simino/AV-Shunt)

Akses pembuluh darah/ vaskuler (dikenal dengan nama simino atau AV-shunt) dibutuhkan apabila pasien penyakit ginjal kronik (PGK) tahap terminal memilih hemodialisis (HD) sebagai terapi pengganti ginjal. 


Akses vaskular ini memungkinkan darah mengalir dalam jumlah besar dan terus menerus kedalam mesin selama proses hemodialisis berlangsung, karena jika mengandalkan pada pembuluh darah vena normal tidak mungkin, disebabkan pembuluh darah akan kolaps pada saat darah ditarik melalui mesin. 


Akses vaskular permanen dibuat bagi pasien PGK yang akan melakukan prosedur HD berulang dan jangka panjang dengan menggabungkan pembuluh darah arteri dan vena melalui prosedur bedah. Terdapat 2 jenis akses vaskuler permanen, yaitu AV fistula dan AV graft. AV fistula adalah sambungan, yang dibuat oleh ahli bedah yang menyambungkan secara langsung pembuluh darah arteri ke pembuluh darah vena, sedangkan pada AV graft sambungan ini dibuat dengan perantaraan selang plastik. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke tubuh, sementara pembuluh darah vena membawa darah dari tubuh kembali ke jantung.


Akses yang berfungsi dengan baik akan berpengaruh pada kelancaran dari prosedur HD, oleh sebab itu dibutuhkan perawatan yang baik. Beberapa tips dibawah ini dapat membantu pasien hemodialisis dalam menjaga akses vaskularnya agar tetap berfungsi dengan baik untuk jangka waktu yang lama.


Yang perlu dijaga:

• Kebersihan akses.

Selalu cuci tangan sebelum menyentuh bagian akses vaskuler. Bersihkan akses dengan sabun antibakteri sebelum melakukan proses dialisis. Terjadinya infeksi dapat ditandai dengan akses yang terasa hangat, berwarna kemerahan, bernanah, atau adanya demam

• Kelancaran aliran darah.

Perhatikan vibrasi/ getaran dan suara dengung yang khas di akses. Adanya perubahan pada vibrasi maupun suara dengung di akses dapat menandakan adanya sumbatan yang mengganggu aliran darah. Agar aliran darah tetap lancar maka dapat melakukan latihan tangan misalnya dengan menggunakan bola karet. 

 

Yang perlu dihindari:

• Tertekannnya akses, dengan tidak mengangkat atau membawa barang-barang berat atau melakukan apa pun aktivitas yang akan memberikan tekanan pada akses. 

• Jangan tidur dengan kepala di lengan yang memiliki akses 

• Hindari memakai pakaian ketat atau terlalu banyak perhiasan/ asesoris di lengan akses.

• Mengukur tekanan darah pada lengan dimana terdapat akes.

• Mengambil darah dari tempat akses.


Daftar Pustaka

1. Caring for your vascular access. Internet]. [cited 2017 May 22nd]. Available from:  http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-failure/treatment-of-kidney-failure/hemodialysis/caring-for-your-vascular-access.html.

2. Vascular Access for Hemodialysis. Internet]. [cited 2017 May 22nd]. Available from:  https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidney-failure/hemodialysis/vascular-access.


Artikel ini telah dipublikasikan sebelumnya di sahabatginjal.com